El- Syifa di Ciganjur Jakarta Selatan Jadi Percontohan Langgar Ramah Disabilitas

Puluhan penyandang disabilitas mesem semringah petang itu. Mereka terkumpul dalam keceriaan, berteman satu serupa lain, menyirat silaturahim di Langgar El- Syifa, Jalur Meter. Kahfi RT 07 atau 01, Ciganjur, Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan.

Sinar petang lalu menelusuri dikala beberapa difabel berupaya sarana yang terdapat di langgar, mulai dari penyediaan bangku cakra, tempat wudhu spesial difabel sampai bangku buat shalat untuk yang tidak dapat membungkuk ataupun bersujud.

Beberapa yang lain, para penyandang tuli- bisu, bersemangat menjajaki penataran pembibitan bang dengan bahasa pertanda.” Suka sekali terdapat langgar yang sediakan sarana spesial untuk difabel,” ucap Woro di atas bangku cakra Senin( 27 atau 5 atau 2019) petang.

baca juga : jam masjid digital

Langgar El- Syifa dinobatkan bagaikan pionir langgar ramah buat penyandang disabilitas.

CEO Thisable, Ankie Yudistia mengatakan, El- Syifa melengkapi 3 langgar tadinya di Jakarta Selatan yang pula dinobatkan bagaikan langgar ramah penyandang disabilitas.

Ankie, yang sepanjang ini konsen dengan keperdulian kehidupan sosial, berterus terang terharu dengan bentuk senang para difabel yang muncul petang itu.

” Langgar merupakan rumah Allah. Seharusnya memanglah tidak terdapat perbandingan. Disabilitas pula serupa. Ini merupakan program pionir bikin kita sebab kita tidak ingin lagi temen- temen disabilitas menemukan pembedaan sebab bangku rodanya tidak bisa masuk. Tuturnya mengotori,” ucap Ankie.

baca juga : Penyandang Disabilitas Pula Manusia

Dalam aktivitas itu, pula dicoba pemasyarakatan hal penyusunan shaaf shalat untuk konsumen bangku cakra. Juga, diserahkan penataran pembibitan bang dengan bahasa pertanda untuk penyandang tuli- bisu.

” Pemasyarakatan contoh terdapat yang gunakan bangku cakra, shaafnya dimana? Setelah itu gimana yang tuli- bisu dikala menyikapi bang. Kita berambisi DKM pula ramah kepada disabilitas. Mudah- mudahan program ini tidak menyudahi hingga di langgar ini,” ungkapnya

Pengasuh Badan Kelimpahan Langgar El- Syifa, Sumardi, mengapresiasi dorongan yang diserahkan buat mensupport langgar itu jadi ramah disabilitas.

” Pasti ini jadi penataran untuk para DKM buat lebih mencermati kerabat kita yang difabel. Pula suatu kebesarhatian untuk sahabat difable yang sepanjang ini kesusahan beribadah di langgar, dari bidang prasarananya. Ilustrasinya tempat wudhu yang ramah untuk difable,” ucapnya.

” Apapun kekurangan orang, yang ditaksir merupakan ketakwaan kita. Kita sedang dini, belum dapat melayani seluruhnya. Kita berambisi di langgar lain pula mempraktikkan perihal yang serupa,” harapnya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *