Masjid yang Terdapat Sarana Hotelnya

Masjid untuk pemeluk Islam merupakan ikon kehidupan, mengenang seluruhnya bermuara ke masjid. Semacam masjid Jogokariyan di Jogokaryan Yogyakarta misalnya. Masjid ini bukan cuma jadi tempat ibadah serta ajakan, namun pula jadi tempat berkesenian, sosial, sampai pelopor perekonomian. Masjid ini apalagi mempunyai 11 kamar penginapan, satu auditorium, serta 2 ruang buat orang dagang.

Syubbani Rizali Noor Pimpinan Takmir III Masjid Jogokariyan berkata, spesial penginapan masjid Jogokaryan terdapat semenjak tahun 2013 kemudian. Penginapan masjid Jogokaryan ini terdiri 10 kamar reguler serta satu kamar VIP. Kamar VIP dikenai bayaran 250 ribu serta kamar reguler 150 ribu. Bagi Rizal penginapan ini terdapat sebab banyaknya himpunan dari luar wilayah yang bertamu ke masjid serta membutuhkan pribadi. Alhasil takmir masjid menghimpun penyumbang buat membuat hotel sebanding penginapan.

” Melayani orang dagang dari sana kan terdapat menginginkan sarana yang lebih bagus serta membagikan layanan itu dengan infaq. Kemudian mau pribadi bisa jadi terdapat suami istri, membawa anak. Awal mulanya membagikan sarana orang dagang, dalam kemajuannya terdapat yang mau pribadi serta butuh terdapat kamar,” dempak Rizal pada Liputan6. com.

Rizal menarangkan penginapan ini dibentuk lewat penyumbang masyarakat serta lembaga. Alhasil julukan kamar dicocokkan dengan donor pembangunan penginapan ini. Dikenal buat membuat kamar penginapan VIP penyumbang memberikan duit Rp 60 juta serta kamar reguler Rp 40 juta. Buat keamanan pihak masjid mempunyai 16 kamera pemantau di dekat masjid.

” Monggo yang nyumbang itu kita kasih julukan kamar. Julukan orang terdapat pula kamar bank muamalat. Kalau sarana VIP terdapat bathtub serta kulkasnya. Reguler terdapat kamar serta air hangat. Ini ilham sendiri dari masjid ga mengerti kalau terdapat masjid dengan manajemen yang serupa,” ucapnya.

Rizal cuma berikan anjuran bila memanglah mau menginap di penginapan masjid Jogokariyan serta menjajaki program masjid bisa bertamu terlebih dulu. Karena sampai medio Nopember ini telah full booked.

” Jadi dananya masuk ke masjid. Kalau ingin gunakan dapat ke 0274- 419271 jika Sabtu Minggu booking dahulu soalnya tentu marak,” ucapnya.

Tidak cuma untuk orang dagang yang berharta, pasti takmir masjid pula melayani yang memanglah memerlukan tempat rehat. Masjid seluas 1600 m persegi ini pula sediakan ruang untuk orang dagang. Paling tidak terdapat 2 ruang lumayan buat 10 orang serta satu auditorium besar kapasitas 60 orang.

” Kamar mandi kita terdapat 21 kamar mandi. 50- 60 orang dapat nginep di auditorium,” ucapnya.

Rizal menarangkan takmir masjid jadi abdi seluruh himpunan di masjid Jogokaryan. Tidak cuma untuk mereka orang dagang yang mau menginap di penginapan ataupun ruang spesial. Tetapi dalam seluruh aktivitas masjid senantiasa membagikan layanan untuk jamaahnya. Alhasil buat penuhi keinginan himpunan masjid butuh menghimpun anggaran buat seluruh aktivitas. Salah satunya merupakan lewat infak amal serta amal.

” Keistimewaan infak digalakkan. Takmir wajib jadi akhir cengkal bukan akhir tombok. anggaran yang dikeluarkan takmir buat layanan maksimum untuk himpunan. Semenjak 1999 tidak sempat bikin ide memohon donasi,” ucapnya.

Rizal menarangkan infak amal yang dikumpulkan masjid di antara lain kotak infak Shubuh buat asuransi kesehatan himpunan masjid serta kanak- kanak. Kotak infak ini tiap minggu sekali dibuka dengan hasil dekat Rp 4 juta. Kotak Infak hari Jumat buat operasional Masjid serta kotak infak beras untuk warga ekonomi lemas.

” Shodaqoh beras itu dibuka 2 minggu sekali. Sangat banyak isi duit kalau beras dapat 2 kwintal. Itu jadi 2 puluh paket. Permasalahan ekonomi dicermati jadi mereka yang memiliki permasalahan ekonomi beberapa permasalahan mereka ditangani masjid,” ucapnya.

Dulu jumlah Amal tiap tahun untuk masjid cuma berjumlah belasan Muzakki, saat ini telah menggapai ratusan. Dikala ini telah menggapai ratusan juta hasil dari ratusan Muzakki di Jogokaryan. Rizal berkata takmir masjid mempunyai strategi sendiri buat mendekati Mukmin dari golongan menengah ke atas. Perihal ini pula berhubungan dengan aktivitas pengajian di Jogokaryan.

” Menengah ke atas itu memiliki mutu hingga masjid wajib membagikan layanan yang mutu. hingga kalau telah puas hingga mereka puas kemudian infaknya banyak,” ucapnya.

Rizal berterus terang dekat 15 tahun terakhir masjid Jogokaryan dikala ini jadi masjid yang bakir sehabis lewat cara yang jauh. Antara lain tahun 1999 masjid mempunyai manajemen terkini. Diawali dari pendataan masyarakat, kemudian diiringi program masjid yang cocok dengan golongan umur mereka. Alhasil pengajian anak belia waktunya berlainan dengan orang berumur atauapun bunda bunda.

” Terdapat keluarga alumni serta keluarga belia. ngajinya dicocokkan. Kalau dicampur yang terdapat yang belia metu mruput ga iso. Hingga pengajian anak belia mulai jam separuh 10 hingga jam 2 simpati malam. Kalau tidak dikelompokkan hingga yang berhasil sing tuo ataupun kasepuhan kemudian kesimpulannya tidak ngaji, sebab itu dibedakan,” ucapnya.

Sedangkan itu Rizal berkata tiap hari habis shubuh takmir masjid menyambut himpunan masjid dari luar kota. Mereka berlatih mengenai aktivitas masjid. Karena dikala ini masjid Jogokaryan pula diresmikan bagaikan darmawisata rohani oleh penguasa. Sebab aktivitas masjid yang sedemikian itu banyak semacam desa romadlon jadi karakteristik khas Kota Jogja.

” Banyak yang tiba nyaris masing- masing hari senantiasa terdapat ke mari. Berlatih serempak. Sangat jauh itu dari parlemen Eropa. Dekat 20 orang. Yang nyata kalau shubuh hingga lantai 2,” ucapnya.

Sedangkan itu arahan kaum masjid Angkatan laut(AL) Kepercayaan Tanjungsari Ngesrep Ngemplak Boyolali Iqbal Yasir berkata, kehadiran rombongannya ke masjid Jogokaryan Yogya ini buat mengenali manajemen masjid. Tadinya beliau serta kaum telah ke masjid Ngreni di simo Boyolali. Beliau juga melapangkan sholat shubuh di masjid Jogokaryan buat mengenali serta hadapi langsung aktivitas di masjid Jogokaryan. Rombongannya berlatih mengenai informasi finansial, strategi ajakan sampai manajemen masjid.

Published
Categorized as masjid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *