Masjid Di Pekanbaru ini amat Mendekati Taj Mahal

Masjid Raya Agung An- Nur salah satu simbol darmawisata religi yang dibanggakan warga Riau. Masjid yang amat akbar ini, terdapat di Jalur Hangtuah, Kelurahan Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota, Kota Pekanbaru, Riau. Istimewanya, gedung masjid ini amat mendekati dengan Taj Mahal di India yang masuk dalam catatan 10 mukjizat bumi. Sepanjang bulan Ramadhan, Masjid Agung An- Nur banyak didatangi warga dari bermacam wilayah. Wisatawan melancong sembari beribadah. Masjid yang dibentuk 2 tingkatan ini, ada sebagian sarana. Tingkatan atas spesial buat shalat. Sebaliknya ditingkat dasar terdapat tempat membaca, tempat terkumpul wisatawan, kepaniteraan masjid, ruang anak muda masjid, serta kategori tempat pembelajaran Islam. Masjid ini mempunyai halaman yang besar. Besar keseluruhannya dekat 12, 6 hektar.

Di sekitar masjid terbuat halaman hijau, yang mengademkan pemikiran. Semacam bagian depan ada tumbuhan kurma. Terdapat pula 2 batang kurma yang lagi berhasil rimbun. Tetapi tidak bisa dipetik oleh wisatawan. Sedangkan buat di bagian dalam masjid, mempunyai ukiran- ukiran khas Melayu yang bagus. Tidak hanya itu, bilik dalamnya pula dihiasi kaligrafi.

Mendekati Taj Mahal Apabila dilihat dari depan, Masjid Agung An- Nur memanglah tidak ubahnya semacam Taj Mahal. Ditambah lagi dengan terdapatnya kolam besar memanjang.

Arsitektur Masjid Agung An- Nur Pekanbaru ini nampak semacam kombinasi Melayu, Arab, India serta Turki. Diamati bagian bangunannya, ada satu kubah besar di tengah serta 4 kubah kecil bercorak hijau, dan 4 tower. Jadi, bikin para wisatawan tidak butuh lagi jauh- jauh tiba ke India, sebab di Masjid Agung An- Nur ini telah serasa di Taj Mahal. Kemudian, semacam asal usul Masjid Agung An- Nur?

Delegasi Sekretaris Tubuh Keselamatan Masjid Agung An- Nur Sukmadi Mukmin berkata, Masjid Agung Annur Pekanbaru dibentuk pada tahun 1962 serta berakhir tahun 1968. Arsiteknya bernama Ir Roseno.” Asal usul pembangunan Masjid Agung An- Nur ini akrab kaitannya dengan pembangunan pembangunan Kota Pekanbaru bagaikan Ibukota Provinsi Riau,” ucap Sukmadi dikala berbicara dengan Kompas. com, Senin( 20 atau 5 atau 2019). Tadinya, narasi ia, Ibukota Provinsi Riau terdapat di Tanjung Pinang. Dekat tahun 1960- an alih ke Pekanbaru. Dalam bagan pembangunan Kota Pekanbaru, pada dikala itu Gubernur Riau yang kedua, Kaharuddin Nasution, mulai membuat prasarana.” Pada dikala itu Ayah Kaharuddin Nasution membuat pusat sarana aktivitas warga. Jadi terdapat perkantoran, perumahan, pembelajaran serta rumah ibadah. Nah, durasi itu Masjid Agung Annur ini dibentuk buat sarana beribadah,” ucap laki- laki yang berumur 66 tahun ini. Dikala ditanya hal gedung Masjid Agung Annur mendekati dengan Taj Mahal, Sukmadi pula membenarkan begitu.” Betul, jika diamati dari jauh seakan semacam Taj Mahal India. Bisa jadi sebab kubahnya. Tetapi jika kubah Taj Mahal itu kan semacam bawang menjempalit. Tetapi jika kubah masjid kita semacam gasing menjempalit,” ucapnya.

Baca juga : Masjid yang Terdapat Sarana Hotelnya

Menandakan Melayu Sukmadi berkata, gedung Masjid Agung An- Nur telah banyak berganti dari semenjak dini dibentuk.

” Dahulu gedung awal mulanya tidak semacam ini. Telah banyak yang penyempuraan. Jadi dibentuk 1962 serta ditetapkan pada tahun 1968 oleh Gubernur Riau ketiga, Arifin Achmad,” tutur Sukmadi. Setelah itu 40 tahun sehabis itu, Masjid Agung An- Nur direnovasi keseluruhan di era Gubernur Riau ke 7, Alim Djasit pada tahun 2000. Sehabis direnovasi keseluruhan, setelah itu ditetapkan oleh Rusli Zainal, Gubernur Riau kedelapan pada tahun 2006.” Peresmiannya bersamaan dengan balik tahun kencana Provinsi Riau ke- 50, yang dihadiri Ayah Kepala negara Susilo Bambang Yudhoyono,” tutur Sukmadi.

Bagi ia, Masjid Agung Annur dibentuk di posisi penting. Tidak hanya terdapat di jantung Kota Pekanbaru, pula dekat dengan Pasar Sukaramai, perkantoran, rumah sakit serta sekolah- sekolah.” Dahulu Kantor Gubernur Riau itu di Jalur Gajah Mada. Saat ini jadi Kantor KPU( Komisi Penentuan Biasa) serta Bappeda,” ekstra Sukmadi. Hal arsitekturnya, bagi Sukmadi, Masjid Agung Annur melukiskan adat Melayu serta Arab. Perihal itu terkesan dari wujud bangunannya.” Di mana posisi Kemelayuannya, misalnya diamati dari bidang pewarnaan. Corak Melayu itu dominannya kan hijau, kuning serta merah,” tuturnya.

Setelah itu dari bidang wujud gedung, lanjut Sukmadi, Masjid Agung Annur memiliki Halaman tempat bertemunya warga.” Masjid kita kan tidak sering memiliki Halaman. Jadi masjid ini terdapat Berandanya tempat berjumpa warga. Semacam rumah Melayu itu kan di atas pentas. Tempat ibadah kita kan di atas. Jadi di Halaman itu kita bercengkrama dahulu terkini naik ke atas,” tutur Sukmadi.” Kubah terbuat semacam gasing menjempalit. Gasing ini merupakan game anak Melayu. Serta bidang arabnya, didapat dari nuansa- nuansa Masjid Nabawi serta Masjid Tabu.”

5 kubah serta 4 menara

Sukmadi berkata, Masjid Agung Annur mempunyai 5 kubah serta 4 tower, yang tiap- tiap memiliki maksud. Kemudian, tutur ia, terdapat 4 gedung tower yang melukiskan 4 kawan Rasul Muhammad SAW, ialah Abu Bakar As- Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, serta Ali bin Abi Thalib.” 4 tower masjid melukiskan 4 kawan Rasulullah, yang melukiskan kalau gimana peperangan Rasulullah meningkatkan Islam lewat 4 teman- temannya,” cakap Sukmadi. Sedangkan itu, Sukmadi berkata, wisatawan Masjid Agung An- Nur bertambah sepanjang bulan bersih Ramadhan.

Tidak hanya itu, banyak aktivitas yang diadakan, semacam pengajian- pengajian, tausiah menjelang doa 5 durasi serta serupanya.” Wisatawan bertambah sekali dibanding hari- hari tadinya. Sepanjang Ramadhan kita pula banyak aktivitas, terdapat pengajian- pengajian kita mulai dari dinihari. Setelah itu saat sebelum shalat tengah hari, shalat maghrib terdapat tausiah serta menjelang shalat tarawih pula tausiah,” tutup Sukmadi.

Published
Categorized as masjid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *