Catatan Masjid yang Dipunyai Kota Jakarta

Catatan Masjid yang Dipunyai Kota Jakarta

Dikala sedang bernama Sunda Kelapa, Jakarta sempat jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Indonesia. Bersama Kerajaan Demak, Sunda Kelapa berasosiasi mengusir Portugis di Malaka.

Kemajuan Islam dari masa Sunda Kelapa, Batavia, sampai Jakarta membuat bunda kota Indonesia mempunyai banyak masjid yang memiliki.

Diambil dari Pesona Indonesia pada Rabu( 13 atau 11), selanjutnya beberapa masjid memiliki yang dapat didatangi di Jakarta:

Amati pula: Masjid Apung Ancol Menaikkan Barisan Masjid Ikonik di Jakarta

1. Masjid Jami Al- Atiq Desa Melayu Besar

Masjid ini berdiri pada era ke- 16 serta ialah aset Maulana Hasanuddin, Baginda Banten awal.

Masjid ini mempunyai asbes gedung teratur bagaikan ikon panah ikon pertahanan.

Ikon ini pula terdapat di sebagian masjid di Jawa Tengah serta Jawa Timur, semacam Masjid Demak, Masjid Sunan Giri serta Gresik.

Masjid ini sudah sebagian kali direnovasi, besar masjid yang asli bisa diamati pada batasan keempat pilar yang berdiri kuat di dalamnya.

2. Masjid Jami An- Nawier Pekojan

Masjid ini bersahabat dengan gelar Masjid Jami Pekojan yang dibuat oleh Panglima Dahlan, figur malim yang disegani pada masanya.

Di sisi utara Masjid ada kober si panglima yang dikelilingi oleh batu- batu tatahan era ke- 18.

Masjid yang jadi salah satu pusat penyebaran agama Islam di Jakarta ini sanggup menampung jamaah doa Jumat sebesar 2. 000 orag.

3. Masjid Al- Anwar Ambang Angke

Terdapat di area Jakarta Barat, masjid kecil ini mencampurkan arsitektur Belanda, Banten kuno, serta Cina.

Masjid ini kabarnya jadi posisi pertemuan gerombolan Pangeran Fatahillah serta Tubagus Angke buat melawan Belanda.

Arsitektur masjid ini ialah kombinasi style Belanda, Banten kuno, serta Tiongkok yang dahulu ialah posisi pertemuan rahasia buat melawn Belanda.

4. Masjid Istiqlal

Tidak hanya Monumen Tugu Nasional( Monas), Masjid Istiqlal pula jadi simbol Jakarta.

Tiap atasan 2 yang tiba ke Indonesia, semacam Barack Obama, tentu melapangkan diri singgah ke mari.

Kepala negara awal Indonesia, Soekarno, membuat masjid ini 4 tahun sehabis proklamasi kebebasan.

Masjid yang di konsep oleh Frederich Silaban ini bisa menampung 200 ribu jamaah.

Masjid ini pula berdampingan dengan Gereja Basilika, alhasil tiap tahunnya kala terdapat kegiatan keimanan, kedua tempat ibadah memberi posisi parkir.

5. Masjid Agung Sunda Kelapa

Masjid yang berdiri semenjak tahun 1970an ini tidak mempunyai kubah, beduk, ikon bintang, bulan ataupun bunga yang umumnya dipunyai oleh masjid pada biasanya.

Arsitek yang bernama Abbas membuat tower masjid semacam perahu yang ialah ikon Dermaga Sunda Kelapa, tempat saudagar mukmin berbisnis serta mengedarkan syariat Islam pada era kemudian.

6. Masjid Cut Meutia

Masjid ini berbentuk gedung aset Belanda yang dahulu dipakai bagaikan kantor pos serta industri sepur api.

Sehabis Belanda tersingkir, gedung ini luang dijadikan kantor Angkatan Laut Jepang.

Berakhir Indonesia merdeka, Gubernur Jakarta Ali Sadikin meresmikan bangunannya jadi masjid pada tahun 1987.

Baca juga : Asal usul Masjid Tertua Cikal Akan Kesuksesan Islam di Tanah Bima

7. Masjid Al- Anshor

Masjid ini ialah masjid tertua di Jakarta yang berdiri pada tahun 1648 serta aset banyak orang Moor di Jakarta.

Sampai dikala ini gedung sedang berdiri dengan gagah serta terletak di tengah pemukiman masyarakat yang padat.

8. Masjid Agung Al- Azhar

Terdapat di komplek sekolah Al- Azhar, masjid yang sudah berdiri semenjak tahun 1958 ini dibuat oleh 14 figur Masyumi.

Masjid ini dikukuhkan oleh Pemda DKI Jakarta bagaikan salah satu dari 18 web jejak asal usul kemajuan Jakarta serta jadi cagar adat nasional semenjak 19 Agustus 1993.

9. Masjid Al- Makmur Cikini

Masjid yang dibentuk semenjak tahun 1860 ini ialah salah satu masjid tertua di Jakarta.

Hingga saat ini tidak terdapat yang berganti dari gedung masjid serta masjid ini sudah diresmikan bagaikan cagar adat Jakarta.

10. Masjid Luar Batang

Masjid memiliki yang terletak di Jakarta Utara ini berdiri pada tahun 1756.

Arsitekturnya ialah kombinasi dari adat Cina, India, serta Arab, sebab Jakarta Utara ialah pintu dermaga masuknya masyarakat negeri asing pada era kolonialisme.

Serupa semacam Masjid Al- Makmur Cikini, masjid ini pula ditetapkan bagaikan gedung cagar adat yang dilindungi penguasa.

Baca juga : Masjid di Tepian laut Munajat Dibentuk di sisi Laut Jadi Darmawisata Religi

Published
Categorized as masjid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *