Asal usul Masjid Tertua Cikal Akan Kesuksesan Islam di Tanah Bima

Di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat( NTB), warnanya mempunyai suatu Masjid kuno yang istimewa. Masjid berumur itu ialah cikal akan kesuksesan Islam di tanah Bima saat sebelum Indonesia merdeka. Masjid kuno ini terdapat dikawasan Dusun Kalodu, Kecamatan Langgudu. Masjid ini lazim diketahui oleh warga dengan julukan Kamina. Masjid itu awal kali dibentuk oleh putra kekuasaan kerajaan Bima bernama La Ka’ I ataupun setelah itu bernama Baginda Abdul Kahir pada tahun 1621 Meter. Gedung Masjid ini sudah diklaim bagaikan salah satu tempat aset yang amat memiliki serta peninggalan Islam dari era dulu sekali. Kehadiran Masjid yang berumur ratusan tahun itu terdapat disebuah busut di area Dusun Kalodu yang berjarak dekat 75 km dari Kota Bima. Bagi beberapa pangkal asal usul, busut Kalodu ialah tempat pelarian putra kekuasaan La Ka’ I dikala terjalin insiden perampasan kewenangan di badan rezim kerajaan. Ia bersama pengikutnya terdesak meninggalkan kastel Kerajaan Bima sebab akan dibunuh pamannya bernama Salisi yang bercita- cita mau jadi Raja. Peristiwa itu pada 1030 H ataupun 1621 Meter.

Baca pula: Ngabuburit di Masjid Agung Karawang, Masjid Tertua di Jawa Tetapi berkah kedudukan serta dorongan para mubaligh dari Sulawesi Selatan, La Ka’ I sukses meregang kekuasaannya kembali dari tangan Salisi. Ia setelah itu menganut Islam.

Dikisahkan, sehabis sebagian bulan menganut Islam, La Ka’ I bersama pengikutnya dan para mubaligh mendirikan suatu Masjid di busut Kalodu bagaikan tanda- tanda dini mulanya pemancaran Islam masuk di tanah Bima.” Masjid itu terencana diberi julukan Kamina, sebab masyarakat di sanalah yang awal kali mengamini serta menyambut agama Islam kala itu,” tutur Ruslan ataupun Alan Malingi, salah satu cendikiawan Bima, Jumat( 20 atau 7 atau 2018).

Baca juga : Masjid di Tepian laut Munajat Dibentuk di sisi Laut Jadi Darmawisata Religi

Abdul Kahir setelah itu Baginda awal di Bima, ataupun raja awal Bima yang menganut agama Islam. Ia dinobatkan pada 5 Juli 1640 Meter dengan titel Baginda Abdul Kahir sehabis lewat peperangan yang jauh buat meregang tahta.

Berupa unik

Pembangunan Masjid Kamina tidak semacam Masjid pada biasanya. Masjid Kamina ini berdiri diatas tanah seluas 2 are serta berupa persegi 4 dengan bentuk terbuka, tanpa bilik pada bagian kanan serta kiri dan tidak mempunyai mihrab.

Baca juga : Dimana beli jam masjid di solo

Masjid itu awal mulanya cuma mempunyai satu pilar tiang yang masuk mendatar dari lantai Masjid ke bagian asbes. Tiang tunggal yang dibuat dari kusen itu bertangkai 8 bagaikan penopang asbes yang dibuat dari ilalang. Sebaliknya lantainya berasaskan tanah keras Tetapi bersamaan dengan kemajuan durasi, kehadiran web aset asal usul di era dulu sekali itu tidak lagi dilindungi serta dirawat meski saban malam Jumat warga dekat melangsungkan pengajian di Masjid itu.

Pengajian serta ritual saban malam Jumat itu mempunyai maksud tertentu ialah bagaikan pengingat hendak asal usul kehadiran Islam awal kali ke tanah Bima.” Mereka melaksanakan ritual dengan anggotanya berjumlah 8 orang. Ritual itu benar semacam yang dicoba 8 para pejuang yang mendirikan Masjid. 8 orang bersandar di tiap ujung pilar Masjid serta mendendangkan buku bersih Angkatan laut(AL) Quran,” ucap Ruslan. Penyempuraan Beberapa besar gedung Masjid Kamina sudah hadapi penyempuraan atau pergantian gedung semenjak 2009 kemudian, ialah pada era rezim Bupati H Ferry Zulkarnain ST sebab umurnya telah menggapai ratusan tahun. Bagian dalam gedung memiliki itu banyak pergantian dari bentuk Masjid semacam awal mulanya. Atapnya telah ditukar dengan seng, sebaliknya dalam Masjid ditambah jadi 24 pilar batu. Sedemikian itu pula lantai Masjid saat ini dari keramik.“ Jika diamati dari sejenak, bangunannya mendekati dengan wujud gedung auditorium yang didiamkan terbuka,” imbuh Ruslan. Baca pula: Memahami Masjid Tertua di Sulawesi Selatan, Akulturasi Adat Minang- Bugis Dengan cara terpisah, Kasubag Data serta Pemberitaan Humas Pemda Bima Zainuddin berkata, penyempuraan Masjid kuno itu dicoba tanpa mengganti arsitektur gedung lama.

” Masjid ini direnovasi sebab umurnya telah menggapai ratusan tahun. Tetapi kemurnian gedung Masjid tidak lenyap, sebab telah jadi web asal usul,” tutur Zainuddin pada Kompas. com, Jumat.

Beliau berkata, Masjid aset asal usul itu hendak dicoba penyusunan dengan cara representatif. Penyusunan web memiliki ini ditargetkan beres pada 2019 kelak dengan pengerjaan dicoba dengan cara cermat serta terawasi.” Kita usahakan sasaran tahun depan berakhir, dengan perhitungan yang berasal dari APBD Kabupaten Bima,” tuturnya. Bagi ia, gedung kuno itu ialah salah satu dari demikian web adat di wilayah itu yang wajib dilindungi serta dilestarikan. Hingga dari itu, Bupati memerintahkan pada OPD terpaut ialah Biro Pariwisata, Dikbudpora serta Bagian Kesra buat berkoordinasi dengan Camat serta Kades buat mengoptimalkan cara penyusunan serta pelanggengan web memiliki itu.” Perihal yang sangat dipentingkan merupakan optimalisasi pengasuh Masjid, alhasil perawatan bisa berjalan lebih bagus,” pungkasnya.

Baca juga : Luar Biasanya Madinah bersumber pada Sabda Rasulullah

Published
Categorized as masjid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *