Doa Jumat Agung di Masjid Jerman

Doa Jumat Agung di Langgar Jerman

Siapa bilang di Jerman tidak dapat menunaikan Doa Jumat? Jumatan di Jerman apalagi suasananya lebih agung serta khusyuk. Ilustrasinya terdapat di Langgar Central Cologne.

Aman menikmati beberan pesona alam yang menaklukkan mata, menyejukkan batin, menyejukan batin serta mengasyikkan rasa diawali dari barisan pegunungan, liarnya hutan, beningnya situ, gelagat serunai gerakan bengawan, serta temperatur yang pas buat hanya mengawali hari dengan segelas kopi gelap serta suatu pretzel payau yang terkini saja dinaikan dari dapur Bckerei sisi. Hmm, aromanya mengasyikkan perut.

Bckerei atau gerai bakeri ini kepunyaan orang Jerman, tetapi seluruh pekerjanya imigran dari Turki. Dari sebagian dasawarsa kemudian, kota Cologne yang terdapat di bagian Jerman Barat ialah cultural hub, kota calo adat yang berbagai.

Baca juga : jam masjid terbaik di indonesia

Terdapat yang dari negeri orang sebelah semacam Belanda, Austria serta Prancis, serta beberapa yang lain berawal dari bauran adat para imigran, mulai dari Kenya, Ghana serta beberapa besar dari imigran Turki.

Para imigran Turki berkembang cepat serta besar di Cologne, pada awal mulanya mereka tiba ke Cologne bagaikan pekerja bebas yang tiba serta menginap pada weekdays atau hari kegiatan serta kembali kembali pada tiap akhir minggu atau hari libur, dengan populasi mereka yang bertambah diiringi dengan tingkatan pembelajaran mereka yang mulai memimpin wajah akademi besar di Jerman, spesialnya di Cologne membuat komunitas imigran Turki bukan cuma bagaikan pekerja bebas ataupun pekerja agresif saja. Mereka berkembang besar serta kokoh di negeri federal ini.

Walaupun mereka telah berdiam puluhan tahun di Cologne serta beberapa sudah menempuh Neutralisation, alih kebangsaan, tetapi pangkal mereka senantiasa kuat, tidak bagaikan kacang kurang ingat hendak kulitnya, para imigran Turki ini membuat badan yang mencegah para imigran serta usaha dalam pelampiasan hak- haknya tercantum hak melaksanakan ibadah agama.

Nah, sebagian mushalla serta langgar dibentuk dibeberapa tempat di kota Cologne, biasanya tidak berdimensi besar serta bukan dijalan penting, tetapi semenjak kisaran tahun 2015 kemudian para Mukmin di Cologne dibawah lindungan badan Islam Turki menggalang anggaran buat mendirikan Langgar berdimensi besar yang dapat muat banyak orang. Dilengkapi dengan pustaka pusat Amatan Islam serta pula terbuka bikin biasa buat hanya bertamu serta menikmati megahnya arsitektur serta indahnya porcelein asbes yang memahat lembutnya kaligrafi Asmaul Husna.

Berada dijalan penting Verlour Strasse, Langgar Central Cologne ini amat gampang diakses. Cuma 11 menit berkendara dengan tram dari pusat perbelanjaan terbaru Neumarkt, dekat 15 menit berjalan kaki ataupun 5 menit menaiki taxi dari Cologne Basilika atau Cathedral.

Langgar 2 lantai ini dilengkapi dengan sistem penyimpanan sepatu yang mutahir, semacam sistem parkir mobil di mall terkenal di Ibukota Jakarta. Tempat sholat laki- laki serta perempuan pula terpisah, perempuan terletak dilantai 2 sedemikian itu pula tempat berwudhu, tempat peminjaman mukenah, dan tempat menaruh jaket.

Maklum saja, bila winter atau masa dingin temperatur dapat terletak di kisaran 5- 0 bagian Celcius, jaket yang digunakanpun dapat berangkap 5. Pada lobby penting lantai dasar terdapat pintu kontrol yang cukup kencang, terdapat 2 orang berseragam dilengkapi dengan senjata bunyi jauh.

Eitsss… janganlah khawatir, mereka seluruhnya ramah andaikan kita memanglah bermaksud buat ibadah. Serta pula diperbolehkan buat mengutip lukisan ataupun gambar sepanjang tidak bising serta tidak pada dikala lagi sholat berjamaah.

Nyatanya bagus sekali dapat menunaikan sholat di dasar lindungan megahnya Langgar Central Cologne sambil terletak di tengah akrabnya keanekaan masyarakat Turki.

Baca juga : 6 Langgar Menawan di Bumi buat Darmawisata Religi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *