Memahami Asal usul Masjid Baginda Agung Palembang,

Mengatakan julukan Masjid Baginda Agung Palembang, bisa jadi tidak banyak warga yang ketahui.

Masjid yang berada di Jalur Baginda Agung, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur( IT) 2 ini, sedang takluk sering di dengar dibandingkan Masjid Baginda Mahmud Badaruddin( SMB) Berhasil Wikrama, masjid raya Taqwa serta masjid besar yang lain di kota Palembang.

Bagi Pimpinan Pengasuh Masjid Baginda Agung KH Ahmad Fauzie Dzakkiyan, Masjid Baginda Agung dibuat atas perjanjian para patuh ulaama spesialnya di desa 1 Ilir Palembang

“ Disetujui kalau di mari hendak dibentuk masjid ialah pada tahun 1940, itu telah perencanaan pembebasan tanah sebab di zona masjid ini tadinya hutan, banyak tumbuhan besar,” tutur Ajengan Fauzie,

Perencanaan pembangunan masjid Baginda Agung menginginkan durasi dekat 10 tahun.

Tahun 1950- an, raga gedung masjid beres serta dapat digunakan warga buat doa berjamaah.

Penggagas Masjid Baginda Agung Palembang merupakan KH Abdullah Zawawi Izhom, yang tidak lain ialah ramanda dari Ajengan Fauzie.

KH Abdullah Zawawi Izhom didampingi pamannya Ajengan Abu Nawar bin KH Abdurrahim bersama warga 1 Ilir dalam membuat masjid.

“ Jadi di mari banyak ajengan, banyak patuh malim, pula figur warga bersama- sama membuat Masjid Baginda Agung,” nyata Ajengan Fauzie.

Lebih lanjut beliau menceritakan, saat sebelum pendirian Masjid Baginda Agung, tadinya diadakan pertemuan para patuh malim yang dikenal Badan‘ Ilmi Walmuzakarah.

Baca juga : Mantan Gubernur Sumsel Rosihan Arsyad Dimohon Lekas Kembalikan Rp 3 Miliar

Tidak hanya bagaikan alat menuntut ilmu di mari, badan itu pula jadi tempat konferensi buat menuntaskan bermacam perkara pemeluk kala itu.

“ Dahulu terdapat langgar bagaikan tempat konferensi. Sehabis Masjid Baginda Agung berdiri, hingga aktivitas badan“ Ilmi Walmuzakarah dipindah ke mari,” tutur Ajengan Fauzie.

Saat ini, sehabis hamper 70 tahun berdiri, masjid Baginda AGung senantiasa berdiri kuat dengan pemeliharaan tertib dari pihak pengasuh masjid.

Terdapat sebagian kober di zona Masjid Baginda Agung.

Makam- makam itu di antara lain kober KH Abdullah Zawawi Izhom berserta kober istrinya Hj Nyuimas Bunaya binti Kemas Nakman serta putra dia, Muhammad Silahuddin Bapak Fathoni.

Di sisi kober keluarga KH Abdullah Zawawi Izhom, terdapat kober Kerajaan Palembang, ialah Baginda Agung Komaruddin Sri Truno.

Sebaliknya kober Ajengan Abu Nawar yang ialah mamak KH. Abdullah Zawawi Izhom, jaraknya dekat 1 km dari Masjid Baginda Agung.

Masjid Baginda Agung pula saat ini jadi salah satu tjuuan darmawisata religi di Palembang.

Banyak turis tiba dari luar kota, apalagi terdapat dari luar negara, semacam dari Malaysia, Brunei Darussalam serta Arab Saudi.

“ Sebab di mari mempunyai angka asal usul besar. Tidak hanya berkunjung, para malim pula memandang zona istana Kuto Gawang.”

” Serta pula kita mempunyai skedul tahunan ialah haul penggagas Masjid Baginda Agung, ialah KH. Abdullah Zawawi Izhom. Ini ialah skedul darmawisata religi di kota Palembang. Jadi muncul puluhan ribu jamaah di mari tiap tahunnya,” kata Ajengan Fuzie.

Published
Categorized as masjid

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *